Kamis, 06 Oktober 2011

Unsur-unsur dalam berfikir ilmiah

  Berpikir merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Oleh karena itu, proses berpikir untuk sampai pada suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan diperlukan sarana tertentu yang disebut dengan sarana berpikir ilmiah.

   Kegiatan berfikir kita lakukan dalam keseharian dan kegiatan ilmiah. Berpikir merupakan upaya manusia dalam memecahkan masalah. Berpikir ilmiah merupakan berfikir dengan langkah – langkah metode ilmiah seperti perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengkajian literatur, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan. Semua langkah – langkah berpikir dengan metode ilmiah tersebut harus didukung dengan alat / sarana yang baik sehingga diharapkan hasil dari berfikir ilmiah yang kita lakukan mendapatkan hasil yang baik pula.
   Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik diperlukan sarana berpikir ilmiah berupa : 
  1. Bahasa Ilmiah
  2. Logika Matematika
  3. Logika Statistika

  1. Bahasa Ilmiah 
             Bahasa Ilmiah merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berfikir ilmiah.  Bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran seluruh proses berpikir ilmiah kepada orang lain.
             Didalam fungsi komunikatif bahasa terdapat tiga unsur bahasa yang digunakan untuk menyampaikan : perasaan (unsur emotif), sikap (unsur afektif) dan buah pikiran (unsur penalaran). Perkembangan bahasa dipengaruhi ketiga unsur ini.
  2. Logika Matematika
        Logika matematika mempunyai peran penting dalam berfikir deduktif sehingga mudah di ikuti dan di lacak kembali kebenarannya.

         Kelebihan matematika antara lain sebagai berikut :
  •  Tidak memiliki unsur emotif 
  •  Bahasa matematika sangat universal (tidak ada unsur perasaan)
 Kelemahan dari  matematika :
           Tidak mengandung bahasa emosional (tidak mengandung estetika) artinya bahwa matematika penuh dengan symbol yang bersifat artifersial dan berlaku dimana saja.
 
   3. Logika Statistika 
          Logika statistika mempunyai peran penting dalam berpikir induktif untuk mencari konsep-konsep yang berlaku umum. 
Statistik mengandung berbagai macam pengertian antara lain kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. 
Statistik merupakan pengetahuan untuk melakukan penarikan kesimpulan induktif secara lebih seksama. Selain itu, statistika juga merupakan sarana berpikir ilmiah yang diperlukan untuk memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Statistik mampu melakukan proses generalisasi dan menyimpulkan karekteristik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan terjadi secara kebetulan.

Perbedaan matematika dan statistik :
· Matematika menggunakan pola berfikir deduktif (kepastian)
      · Statistik menggunakan pola berpikir induktif (ketidakpastian), teori kemungkinan    (peluang) yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

              Persamaan matematika dan statistik adalah sama-sama digunakan sebagai sarana berpikir ilmiah.

                       Kesimpulan :
  • Dalam kegiatan atau kemampuan berpikir ilmiah yang baik harus menggunakan atau didukung oleh sarana berpikir ilmiah yang baik pula, karena tanpa menggunakan sarana berpikir ilmiah kita tidak akan dapat melakukakan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik.  
  • Sarana berpikir ilmiah berupa bahasa ilmiah, logika dan matematika, logika dan statistika.
  • Menggunakan bahasa yang baik dalam berpikir belum tentu mendapatkan kesimpulan yang benar apalagi dengan bahasa yang tidak baik dan tidak benar.
  • Kelebihan matematika antara lain tidak memiliki unsur emotif dan bahasa matematika sangat universal
  • Statistika merupakan bagian dari metode keilmuan yang dipergunakan dalam mendiskripsikan gejala dalam bentuk angka-angka, baik melalui hitungan maupun pengukuran. Dengan statistika kita dapat melakukan pengujian dalam bidang keilmuan sehingga banyak masalah dan pernyataan keilmuan dapat diselesaikan secara faktual.

 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar