Rabu, 27 April 2011

Ilmu Budaya Dasar Bab 9 - Manusia dan Harapan


Nama : Widya Frima Asandra
Kelas : 1KA33
NPM : 18110491
Materi : Ilmu Budaya Dasar
Kelompok : 3
Dosen : Ninuk Sekarsari



APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN




     Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap Lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satupun manusia yang luput dari pergaulan hidup.Di tengah-tengah manusia lain itulah , seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/spiritualnya.

Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan orang lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.


Dorongan Kodrat

Doronngan Kodrat Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Kodrat juga terdapat pada binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawa dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan Kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.

Dorongan Kebutuhan

Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam keebutuhan hidup.
Kebutuhan hidup pada dasarnya dapat dibedakan atas Kebutuhan Jasmani dan Kebutuhan Rohani.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan , kemampuan manusia sangat terbatas , baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikir.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya Harapan dan Kebutuhan Manusia yaitu :


a) kelangsungan hidup (survival)

Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.

Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia

b) keamanan ( safety )

Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.

c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)

Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil raja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.
Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.

d) diakui lingkungan (status)

Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup, Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif.

e) perwujudan cita-cita (self actualization)

Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.

Sumber : 1 2 3

CASE STUDY :

studi kasus saya ambil dari artikel harapan Bung Karno Untuk Indonesia

Beri Aku 10 Pemuda maka Akan Kuguncang Dunia


Siapa tak kenal kalimat diatas? ya kalimat itu merupakan sepenggal dari pidato Bung Karno semasa ia menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. “100 orang hanya bermimpi, tetapi berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!” itulah sepenggal kalimat lengkapnya.

Apa artinya? Bung Karno mewakili rakyat Indonesia yang berharap bahwa pemuda akan dapat terus berkarya, karena pemuda adalah generasi penerus bangsa! Lakukan apa yang engkau bisa untuk mengguncang dunia!

Pemuda adalah benih-benih bangsa, ya memang itu kenyataannya. Sama seperti Bung Karno yang dapat memerdekakan Indonesia di kala ia masih muda. Bahkan ia dapat dikatakan terlalu muda untuk dapat menjadi seorang Presiden.

Oleh sebab itu, janganlah bermalas-malasan hai pemuda, berbuatlah! Lakukan sesuatu yang baik bagi negaramu! Jangan kau turuti imperialisme dan kapitalisme barat! Ingatlah Pancasila, ideologi yang merasuk ke dalam hati kita bangsa Indonesia! Dia lah cita-cita bangsa! Isilah kemerdekaan yang masih kosong ini!

“To Build The World a New

“Lakukan apa yang kita bisa mulai dari sekarang, untuk masa depan!

Sumber

OPINION : 

Pada dasarnya manusia memiliki harapan yaitu harapan untuk memiliki segala nya menjadi lebih baik agar mempunyai hidup yang sempurna namun, harapan pada negara nya mungkin sedikit terlupakan oleh harapan diri sendiri yang mungkin saja belum terwujudkan. Sebaiknya harapan diri sendiri dan harapan pada negara harus diseimbangkan untuk dapat menyelaraskan dan menyeimbangkan hidup.

Ilmu Budaya Dasar Bab 8 - Manusia dan Kegelisahan


Nama : Widya Frima Asandra
Kelas : 1KA33
NPM : 18110491
Materi : Ilmu Budaya Dasar
Kelompok : 3
Dosen : Ninuk Sekarsari


Keterasingan


     Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.

Bentuk Keterasingan Manusia Menurut Marx :

Keterasingan manusia untuk menghasilkan tindakan. Marx melihat masalah dengan tindakan nyata produksi, artinya, dia pikir hubungan antara manusia dan aktivitas kerja yang sebenarnya, jika dipaksa, adalah tidak wajar. Dengan bekerja sebagai alat untuk mencari kepuasan bukan pekerjaan yang memuaskan dalam dan dari dirinya sendiri, laki-laki memisahkan diri dari proses dan menderita sebagai hasilnya. Dengan melakukan hal ini, ia kemudian tunduk pada Marx, Äôs bentuk ketiga dari pemisahan.

Keterasingan manusia dari diri. Karena manusia telah memisahkan diri dari kedua objek dan tindakan memproduksi benda itu, ia juga memisahkan dirinya dari dirinya sendiri. Dia telah, dengan menjalani kehidupan peraturan sub pengorbanan diri, mengurangi dirinya untuk properti. Dia tidak lagi milik dirinya sendiri, sebaliknya, dengan menjadi objek, dengan memisahkan diri dari pekerjaannya, dengan memberikan diri untuk bekerja, dia milik yang lain, atau benar-benar akan terlihat, untuk kapitalisme. Marx mengacu pada ini sebagai terasing dari yang, Äúspecies-hidup, AU dan kesadarannya. Ini mengarah langsung ke Marx, bentuk keempat Äôs keterasingan

Keterasingan manusia dari manusia lainnya. Dengan memisahkan diri dari hidup spesies, mereka juga memisahkan diri dari orang lain. Man, Äôs hubungan untuk dirinya sendiri adalah menyadari dan mengungkapkan paling menonjol melalui interaksi dengan orang lain. Jika ia telah memisahkan diri dari dirinya sendiri, ia tidak mampu hidup dalam kehidupan jenis dan berinteraksi dengan orang lain sama sekali. Manusia mulai memperlakukan dan melihat orang lain sebagaimana ia telah datang untuk mengobati dan melihat dirinya sebagai hasil dari keterasingan.



Kesepian


      Kesepian adalah rasa yang dirasakan individu manusia karena menganggap dirinya tidak ada yang memperhatikan. Kesepian sikap yang tidak memandang bahwa ada hal lain yang harus di pilih dalam kehidupan.

Kesepian merupakan kondisi yang tidak menyenangkan, dan berdasarkan pengalaman berhubungan dengan tidak mencukupinya kebutuhan akan bentuk hubungan yang akrab atau intimasi (Sullivan dalam perlman & Peplau, 1982). Sermat (dalam Peplau & Perlman, 1982) berpendapat bahwa kesepian merupakan hasil dari interpretasi dan evaluasi individu terhadap hubungan sosial yang dianggap tidak memuaskan. Orang akan merasa kesepian bila intensitas hubungan social yang diharapkannya tidak sesuai atau kurang dari apa yang merupakan kenyataannya. Sedangkan Peplau dan Perlman (1982) mendifinisikan kesepian sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan, yang terjadi ketika hubungan social individu tidak berjalan sesuai yang diharapkannya. Young (dalam Perlman & Peplau, 1982) menyatakan bahwa kesepian merupakan respon individu atas ketidakhadiran yang dirasa sangat penting dari social reinforcement.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kesepian adalah keadaan yang diakibatkan oleh perasaan tidak pernuhi kebutuhan keakraban, adanya hasil persepsi dan evaluasi hubungan social yang kurang memuaskan, dan kurang adanya reinforcement sosial. Karakteristik Kesepian Fromm-Reichman, Lopata, dan Young (dalam Yuniarti, 2002) menyebutkan karakteritik kesepian adalah sebagai berikut:
a.tidak terpenuhinya kebutuhan akan keakraban
b.hasil persepsi dan evaluasi hubungan sosial yang kurang memuaskan
c.kurang adanya reinforcement sosial.

Sumber : 1 2 3 4

CASE STUDY :

Studi kasus kali ini saya ambil dari artikel mengenai kesepian...


Kesepian Menular seperti Virus

Kesepian ternyata mirip wabah flu, bisa menyebar dalam sekelompok orang di dekatnya. Begitulah menurut suatu penelitian terbaru. Kalau flu bisa tersebar lewat berjabat tangan, orang bisa "terjangkit" kesepian melalui interaksi yang negatif.

Menurut penelitian John Cacioppo, psikolog dari Universitas Chicago, seseorang yang kesepian biasanya tak mudah memercayai orang lain sehingga masalah kecil bisa menjadi besar. Lirikan atau kata-kata yang sedikit janggal, yang biasanya tak akan dipermasalahkan oleh seorang yang ceria, bagi orang yang kesepian bisa sangat menyinggung sehingga memicu suatu siklus interaksi negatif yang mengakibatkan hilangnya teman-teman.

Intinya, seseorang yang kesepian akan kehilangan hubungan dengan orang lain dan orang lain itu juga bisa terputus hubungannya dengan orang-orang lain lagi. Akhirnya, orang-orang yang hubungannya terputus itu berisiko menjadi golongan yang terasing dari kelompok sosial.

"Seseorang yang kesepian mengantisipasi reaksi negatif dari orang lain, dan akhirnya mereka memang mendapatkan reaksi negatif itu dalam lingkungan. Sebagian karena mereka mengantisipasinya dan sebagian karena mereka sendiri yang mengundang reaksi itu," kata Cacioppo.

Temuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Social Psychology edisi Desember mengindikasikan bahwa kesepian bukanlah bagian dari sifat, seperti dalam ungkapan "orang itu sifatnya penyendiri". Namun, kesepian merupakan suatu keadaan seperti kelaparan.

"Pada dasarnya, kita adalah makhluk sosial. Maka dari itu, kita perlu orang lain untuk bekerja sama," ujar Cacioppo. Karena itu, kesepian mungkin bisa saja merupakan evolusi dari perasaan bahwa ada orang yang mengucilkan Anda

Sumber

OPINION :

Manusia yang kesepian biasa nya disebabkan oleh kurang nya komunikasi serta keterbukaan diri kepada lingkungan yang mengakibatkan tidak adanya interaksi antara satu dengan yang lain nya ini yang membuta individu merasa sendiri atau bahkan dikucilkan. Kesepian bisa di atasi dengan mencoba membuka diri kepada lingkungan, memperbanyak teman bermain, dan melancaarkan komunikasi agar merasa tidak sendiri dan bosa.